Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
MARKET LIVE
● LIVE
Tambnas Shopee Collaboration

IHSG Sesi I Melemah, Investor Asing Catat Net Sell Rp1,14 Triliun


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada perdagangan sesi pertama Jumat (18/9/2026). IHSG turun 22,69 poin atau sekitar 0,35% dan berakhir di level 6.439,74.

Tekanan terhadap pasar saham domestik terjadi bersamaan dengan derasnya aksi jual investor asing. Hingga akhir sesi pertama, investor asing membukukan net foreign sell sekitar Rp1,14 triliun.

Berdasarkan data perdagangan yang dikutip CNBC Indonesia, transaksi beli investor asing tercatat sekitar Rp1,32 triliun, sementara transaksi jual mencapai sekitar Rp2,46 triliun.

BBCA Jadi Sasaran Jual Terbesar

Di pasar reguler, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing dengan net sell sekitar Rp222,05 miliar.

Setelah BBCA, aksi jual asing juga terjadi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya, antara lain:

  • BMRI – Rp108,93 miliar
  • TLKM – Rp94,06 miliar
  • AMMN – Rp88,68 miliar
  • BBRI – Rp61,88 miliar
  • CUAN – Rp49,72 miliar
  • DSSA – Rp44,37 miliar
  • BUMI – Rp40,66 miliar
  • BYAN – Rp38,48 miliar
  • ADRO – Rp37,10 miliar

Tekanan terhadap saham perbankan juga terlihat dari pergerakan harganya. Pada sesi pertama, BBCA turun sekitar 1,97%, BMRI melemah 2,07%, BBRI turun 1,80%, sedangkan BBNI terkoreksi sekitar 2,14%.

Ada Transaksi Jumbo BINA

Besarnya angka net sell asing pada perdagangan kali ini juga perlu dilihat bersama transaksi jumbo saham PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA).

Di pasar negosiasi tercatat transaksi BINA bernilai sekitar Rp738 miliar pada harga Rp4.100 per saham, dengan jumlah sekitar 180 juta saham.

Sementara itu, investor asing tidak sepenuhnya meninggalkan pasar saham Indonesia. Beberapa saham justru masih mencatatkan pembelian bersih asing.

ANTM mencatat net foreign buy sekitar Rp41,09 miliar, disusul ASII Rp22,40 miliar dan AADI Rp15,59 miliar.

Mayoritas Saham Tertekan

Pada akhir sesi pertama, CNBC Indonesia mencatat sebanyak 429 saham melemah, 213 saham menguat, dan 321 saham tidak bergerak.

Nilai transaksi mencapai sekitar Rp7,49 triliun, melibatkan 14,36 miliar saham dalam sekitar 1,07 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp11.266 triliun.

Pergerakan sesi pertama menunjukkan bahwa tekanan jual asing, khususnya pada saham-saham berkapitalisasi besar, masih menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Pergerakan IHSG pada sesi berikutnya tetap dapat berubah mengikuti arus dana, sentimen global, dan aktivitas perdagangan domestik.


Sumber: CNBC Indonesia, 18 September 2026.

Post a Comment for "IHSG Sesi I Melemah, Investor Asing Catat Net Sell Rp1,14 Triliun"

toko yang sangat terpercaya
Tambnas Shopee Collaboration