Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
MARKET LIVE
● LIVE
Tambnas Shopee Collaboration

Power Train Skeleton Komatsu HD785-7: Struktur, Fungsi, dan Aliran Tenaga



Power Train merupakan salah satu sistem utama pada Komatsu HD785-7 yang berfungsi meneruskan tenaga dari engine hingga menjadi gaya penggerak pada tire. Pemahaman mengenai Power Train Skeleton sangat penting bagi mechanic, operator, maupun instructor karena menjadi dasar untuk memahami structure and function, power flow, inspection, maintenance, hingga troubleshooting.


Pada HD785-7, tenaga yang dihasilkan oleh Engine SAA12V140E-3 diteruskan melalui beberapa komponen seperti Output Shaft, Drive Shaft, Torque Converter, Transmission, Differential Gear, dan Final Drive sebelum akhirnya sampai ke tire.


Apa Itu Power Train Skeleton?

Power Train Skeleton adalah diagram yang menggambarkan susunan dan hubungan antar-komponen utama dalam sistem pemindah tenaga.

Secara sederhana, power flow pada Komatsu HD785-7 dapat digambarkan sebagai berikut:

Engine → Output Shaft → Front Drive Shaft → Torque Converter → Transmission → Rear Drive Shaft → Differential Gear → Drive Shaft → Final Drive → Tire

Setiap komponen mempunyai fungsi berbeda, tetapi semuanya bekerja sebagai satu kesatuan untuk mengubah tenaga engine menjadi driving force pada roda.


1. Engine (SAA12V140E-3)

Engine SAA12V140 merupakan sumber tenaga utama pada Komatsu HD785-7.

Engine mengubah energi hasil pembakaran fuel menjadi mechanical power berupa putaran pada crankshaft. Tenaga tersebut kemudian diteruskan menuju Power Train melalui Output Shaft.

Dengan demikian, Engine merupakan titik awal dari keseluruhan power flow.


2. Output Shaft

Output Shaft berfungsi meneruskan putaran yang dihasilkan Engine menuju Front Drive Shaft.

Secara sederhana:

Engine → Output Shaft → Front Drive Shaft

Kondisi Output Shaft sangat berpengaruh terhadap kelancaran transfer tenaga dari Engine menuju komponen Power Train berikutnya.


3. Front Drive Shaft

Front Drive Shaft merupakan penghubung antara output dari Engine dan bagian input Power Train yang menuju Torque Converter.

Drive Shaft memungkinkan tenaga putar atau rotational power diteruskan antara dua komponen yang memiliki jarak tertentu.

Beberapa bagian yang perlu diperhatikan ketika melakukan inspection pada Drive Shaft antara lain universal joint, spline, mounting, bolt, serta kondisi lubrication.


4. Rear Brake Cooling Pump – SAR(4)180+180

Rear Brake Cooling Pump mempunyai fungsi utama mensirkulasikan oil untuk membantu proses cooling pada Rear Brake System.

Spesifikasi pump pada diagram dituliskan:

SAR(4)180+180

Brake pada dump truck bekerja dengan beban tinggi dan dapat menghasilkan panas dalam jumlah besar. Karena itu, sirkulasi cooling oil diperlukan untuk membantu menjaga temperatur brake selama unit beroperasi.


5. Torque Converter, Transmission (Front Brake Cooling), Brake Control Pump

Pump assembly ini ditunjukkan dengan spesifikasi:

SDR(30)100+100+SA(1)25

Assembly tersebut berkaitan dengan supply oil untuk beberapa kebutuhan sistem, termasuk Torque Converter/Transmission, Front Brake Cooling, dan Brake Control.

Keberadaan pump ini menunjukkan bahwa sistem Power Train HD785-7 tidak hanya berhubungan dengan transfer mechanical power, tetapi juga bergantung pada hydraulic oil untuk lubrication, cooling, dan control.


6. PTO (Power Take-Off)

PTO atau Power Take-Off berfungsi mengambil sebagian mechanical power untuk menggerakkan auxiliary component, terutama berbagai hydraulic pump.

Secara prinsip:

Engine Power → PTO → Hydraulic Pump → Hydraulic System

Dengan adanya PTO, tenaga Engine dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk propulsion tetapi juga untuk mendukung sistem lainnya pada unit.


7. Torque Converter

Torque Converter merupakan komponen yang meneruskan tenaga Engine menuju Transmission menggunakan hydraulic fluid.

Komponen utama Torque Converter secara umum terdiri dari:

Pump → Turbine → Stator

Pump menerima putaran dari Engine dan menggerakkan oil. Aliran oil tersebut kemudian menggerakkan Turbine.

Stator membantu mengarahkan kembali aliran oil sehingga pada kondisi tertentu Torque Converter dapat menghasilkan torque multiplication.

Salah satu keuntungan penggunaan Torque Converter pada heavy equipment adalah transfer tenaga dapat berlangsung secara smooth ketika unit mulai bergerak atau ketika menghadapi beban tinggi.


8. Transmission

Setelah melewati Torque Converter, tenaga diteruskan menuju Transmission.

Transmission berfungsi mengatur gear ratio sehingga output speed dan torque dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasi unit.

Secara prinsip:

Low Gear → Low Speed + High Driving Force

sedangkan:

High Gear → Higher Speed + Lower Gear Reduction

Transmission menggunakan kombinasi clutch dan hydraulic control untuk menghasilkan gear yang dibutuhkan.

Pada proses troubleshooting, kondisi Transmission menjadi salah satu bagian penting apabila ditemukan gejala seperti slipping, abnormal shifting, delayed engagement, atau kehilangan driving force.


9. Rear Drive Shaft

Setelah keluar dari Transmission, tenaga diteruskan melalui Rear Drive Shaft menuju Differential Gear.

Power flow pada bagian ini adalah:

Transmission → Rear Drive Shaft → Differential Gear

Rear Drive Shaft harus mampu mentransmisikan torque dalam jumlah besar karena seluruh driving power menuju rear axle melewati komponen ini.

Inspection dapat difokuskan pada kondisi universal joint, spline, flange, mounting bolt, lubrication, dan kemungkinan abnormal vibration.


10. Differential Gear

Differential Gear menerima tenaga dari Rear Drive Shaft dan membaginya menuju sisi kiri dan kanan axle.

Differential mempunyai dua fungsi utama:

Membagi driving power ke sisi kiri dan kanan, serta memungkinkan perbedaan rotational speed antara roda kiri dan kanan ketika unit melakukan turning.

Ketika unit berbelok, roda bagian luar harus menempuh jarak lebih jauh dibandingkan roda bagian dalam. Differential memungkinkan kondisi tersebut terjadi tanpa membuat kedua sisi roda harus berputar pada speed yang sama.


11. Drive Shaft

Setelah tenaga dibagi oleh Differential Gear, tenaga diteruskan melalui Drive Shaft menuju Final Drive pada masing-masing sisi.

Aliran tenaganya menjadi:

Differential Gear → Drive Shaft → Final Drive

Komponen ini menjadi bagian penting dalam meneruskan torque dari Differential menuju wheel end.


12. Brake

Brake berfungsi menghasilkan braking force untuk mengurangi kecepatan atau menghentikan unit.

Karena HD785-7 merupakan large dump truck dengan operating weight dan payload yang besar, Brake System harus mampu menyerap energi dalam jumlah besar.

Saat braking berlangsung, sebagian energi gerak unit berubah menjadi panas. Oleh sebab itu, Brake System membutuhkan cooling yang memadai.


13. Tire

Tire merupakan bagian akhir dari jalur Power Train.

Torque yang telah diteruskan dan diperbesar melalui sistem Power Train akhirnya digunakan untuk memutar tire.

Interaksi antara tire dan permukaan jalan menghasilkan:

Tractive Force

Tractive Force inilah yang memungkinkan unit bergerak dan membawa payload.


14. Final Drive

Sebelum tenaga sampai ke Tire, tenaga terlebih dahulu melewati Final Drive.

Final Drive memberikan final gear reduction pada Power Train.

Prinsip kerjanya secara sederhana:

Rotational Speed ↓

Torque ↑

Artinya, Final Drive mengurangi rotational speed tetapi meningkatkan torque yang diteruskan menuju roda.

Hal tersebut sangat penting pada dump truck karena unit membutuhkan driving force yang besar untuk membawa payload, terutama ketika beroperasi di area dengan grade.


15. Parking Brake

Parking Brake berfungsi mempertahankan unit dalam kondisi stationary ketika unit parkir.

Fungsi Parking Brake berbeda dengan service brake.

Service Brake digunakan untuk memperlambat atau menghentikan unit selama operasi, sedangkan Parking Brake digunakan untuk menahan unit agar tidak bergerak setelah unit berhenti atau diparkir.


16. Steering, Hoist, Hoist Control Pump – SAR(4)180+180+(1)6

Komponen nomor 16 merupakan pump assembly dengan spesifikasi:

SAR(4)180+180+(1)6

Pump ini digunakan untuk mendukung beberapa hydraulic system, yaitu Steering System, Hoist System, dan Hoist Control System.

Steering System digunakan untuk mengontrol arah unit, sedangkan Hoist System digunakan untuk mengangkat dan menurunkan dump body.

Keberadaan pump tersebut pada Power Train Skeleton memperlihatkan bagaimana mechanical power dari Engine juga dimanfaatkan untuk menghasilkan hydraulic power.



Power Flow Komatsu HD785-7

Jika seluruh komponen pendukung dipisahkan dan kita hanya melihat jalur tenaga untuk propulsion, maka power flow HD785-7 adalah:

ENGINE SAA12V140

↓

OUTPUT SHAFT

↓

FRONT DRIVE SHAFT

↓

TORQUE CONVERTER

↓

TRANSMISSION

↓

REAR DRIVE SHAFT

↓

DIFFERENTIAL GEAR

↓

DRIVE SHAFT

↓

FINAL DRIVE

↓

TIRE


Tenaga mengalami beberapa tahap perubahan selama melewati jalur tersebut.

Pada awalnya Engine menghasilkan mechanical power. Torque Converter kemudian mentransfer tenaga menggunakan hydraulic fluid dan dapat memberikan torque multiplication pada kondisi tertentu.

Transmission menentukan gear ratio, sedangkan Differential membagi tenaga menuju sisi kiri dan kanan.

Final Drive kemudian melakukan final reduction untuk meningkatkan torque sebelum tenaga diteruskan menuju Tire.



Kesimpulan

Power Train Skeleton Komatsu HD785-7 memberikan gambaran mengenai hubungan antara Engine, Torque Converter, Transmission, Drive Shaft, Differential Gear, Final Drive, dan Tire.

Jalur utama pemindahan tenaga adalah:

Engine → Output Shaft → Front Drive Shaft → Torque Converter → Transmission → Rear Drive Shaft → Differential Gear → Drive Shaft → Final Drive → Tire.

Sementara itu, PTO dan hydraulic pump memanfaatkan mechanical power untuk mendukung sistem lain seperti Brake Cooling, Brake Control, Steering, dan Hoist System.

Post a Comment for "Power Train Skeleton Komatsu HD785-7: Struktur, Fungsi, dan Aliran Tenaga"

toko yang sangat terpercaya
Tambnas Shopee Collaboration