Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Amerika Serikat Khawatir Dominasinya Di Luar Angkasa Diambil Negara Lain


Tambnas News - Amerika Serikat menegaskan kembali berambisi untuk menjadi leader di antara negara-negara dengan sains kuat terutama saat ini dalam perlombaaan mengeksplorasi ruang angkasa. Hal itu terangkum dalam kebijakan baru Presiden Amerika Serikat terkait ruang angkasa. Kebijakan nasional baru itu menguraikan beberapa prinsip dasar, prioritas utama dan kegiatan luar angkasa AS yang beragam ke depannya.

Space.com menyebutkan, dokumen memiliki empat tujuan utama tingkat atas begitu yang dikonfirmasikan pejabar gedung putih. Masing-masing, memperluas sektor luar angkasa komersial Amerika, meningkatkan kerja sama internasional, melanjutkan kegiatan sains dan eksplorasi yang ambisius, serta memperkuat keamanan nasional dan kepemimpinan Amerika Serikat di luar angkasa.

"Tujuan keempat itu sangat penting, untuk keamanan nasional mendasari semua yang kami lakukan," kata Scott Pace, Wakil Asisten Presiden dan Sekretaris Eksekutif Dewan Luar Angkasa Nasional (NSC), dalam pertemuan kedelapan NSC di Pusat Antariksa Kennedy NASA di Florida.

"Dengan memetakan jalur yang jelas untuk aktivitas di luar angkasa, kebijakan ini menegaskan kembali kepemimpinan kami dalam domain luar angkasa dan status kami sebagai negara penjelajah antariksa terkemuka di dunia," kata Trump dalam sebuah pernyataan, Rabu (9/12/2020).

"Kebijakan ini mewakili pendekatan seluruh pemerintah yang mengakui ruang sebagai keharusan nasional," kata Trump lagi

Dalam pertemuan NSC tersebut, Amerika Serikat tampaknya khawatir akan nasib dominasinya pada ruang angkasa karena mendapat ancaman serius yang datang dari China dan Rusia.

Dia menegaskan, kebijakan luar angkasa yang baru keluar mengatakan bahwa ruang angkasa harus menjadi domain intelijen prioritas. Lebih lanjut dijelaskan, timnya sedang bekerja dengan para pemimpin Angkatan Luar Angkasa AS untuk mengevaluasi apakah cabang militer baru tersebut akan bergabung sebagai anggota ke-18 komunitas intelijen Amerika.

"Keputusan tentang itu diharapkan dalam satu atau dua bulan ke depan," kata Ratcliffe.

"Jika musuh kita menantang kita di luar angkasa, mereka akan menghadapi tim luar angkasa yang benar-benar bersatu," katanya.

Pemerintahan Trump telah memberikan perhatian penuh pada ruang angkasa selama empat tahun terakhir. Misalnya, presiden telah menandatangani lima arahan kebijakan luar angkasa, termasuk satu yang mengarahkan NASA untuk mengembalikan astronot ke Bulan sebagai pendahulu misi Mars berawak.

Post a Comment for "Amerika Serikat Khawatir Dominasinya Di Luar Angkasa Diambil Negara Lain"