Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
Tambnas Shopee Collaboration
Tambnas Shopee Collaboration
Tambnas Shopee Collaboration

Parameter Rancangan Peledakan Di Pertambangan


Tambnas Edukasi - Parameter Rancangan Peledakan Parameter rancangan peledakan merupakan hal yang sangat penting dalam perencanaan dan pelaksanaan peledakan lapisan penutup, adapun
parameter yang perlu diperhatikan yaitu :

1. Ketinggian teras (bench height)

  • Ketinggian teras biasanya ditentukan oleh parameter dilapangan misalnya jangkauan oleh peralatan bor dan alat gali-muat yang tersedia. Tinggi jenjang disesuaikan dengan kemampuan alat bor dan diameter lubang, dimana jenjang yang rendah dipakai diameter lubangkecil sedangkan diameter lubang bor besar utnuk jenjang yang tinggi.Penerapan tinggi jenjang dilapangan bervariasi, tergantung dari posisi endapan bahan galian.

2. Diameter lubang ledak (hole diameter)
  • Untuk mencapai tingkat penyebaran energi yang baik digunakandiameter lubang peledakan (mm) yang sebanding dengan ketinggianteras (m) dikalikan 8, atau didasarkan pada ketersediaan alat bor yang dipakai. Secara umum diameter lubang akan sedikit lebih besardaripada diameter mata bor yang mengakibatkan kepadatan pengisian lebih tinggi.
3. Burden
  • Burden adalah jarak dari lubang peledakan ke bidang bebas yang terdekat. Penentuan burden tergantung pada densitas batuan, densitasbahan peledak (bahan peledak yang digunakan), diameter bahan peledak atau diameter lubang peledakan, dan fragmentasi yang dibutuhkan. Peledakan dengan jumlah row (baris) yang banyak, trueburden tergantung penggunaan bentuk pola peledakan yang digunakan. Bila peledakan digunakan delay detonator dari tiap-tiap baris delay yang berdekatan akan menghasilkan free face yang baru.
4. Spacing
  • Spacing adalah jarak diantara lubang tembak dalam baris (row) yangsama, tegak lurus terhadap burden, baik untuk nomor delay yang samamaupun beda waktu delaynya. Distribusi energi optimum diperoleh  apabila jarak lubang sebanding dengan dimensi burden dikalikan 1,15dan polanya disusun dengan konfigurasi yang berselang-seling. Jika spacing lebih kecil daripada burden, cenderung mengakibatkan stemming injection yang lebih dini.
5. Stemming
  • Stemming adalah penempatan material isian (cutting pemboran) diatas bahan peledak pada lubang peledakan untuk menahan energi, mencegah terjadinya gelombang tekanan udara (air blast) dan batuan melayang (flying rock) yang disebabkan tekanan gas-gas hasil ledakan. Ukuran stemming secara umum dapat ditentukan dengan cara dimensi burden dikalikan dengan 
6. Subdrilling
  • Subdrilling merupakan jarak pemboran lubang peledakan yang berada di bawah dasar teras (jenjang). Subdrilling perlu untuk menghindari problem tonjolan (toe) pada lantai, karena dibagian ini merupakan tempat yang paling sukar diledakkan. Dengan demikian gelombang ledak yang ditimbulkan pada lantai dasar jenjang akan bekerja secara maksimum. Peledakan dengan subdrilling memberikan tegangan tarik yang cukup besar pada dasar jenjang, selain itu juga mengurangi keterikatan dengan bagian lainnya yang menyebabkan bagian dasar mudah hancur dan tidak terjadi tonjolan (toe). Secara umum panjang subdrilling dapat ditentukan paling tidak 0,3 ~ 0,5 kali panjang burden.
7. Kedalaman Lubang Ledak
  • Merupakan dimensi tinggi teras ditambahkan dengan dimensi panjang subdrilling
8. Volume Hasil Ledakan
  • Volume hasil ledakan merupakan dimensi burden (B) dikalikan dengan jarak lubang dalam satu row yang sama (S) serta dikalikan dengan ketinggian teras (H). Satuan volume hasil ledakan dinyatakan dalam bank cubic metric (BCM), untuk mendapatkan volume dalam satuan Ton, dikalikan dengan densitas batuan. 
9. Kepadatan Pengisian
  • Kepadatan pengisian merupakan jumlah bahan peledak setiap satuan panjang, sama dengan 0,000785 dikalikan dengan densitas bahan peledak dikalikan dengan kuadrat diameter bahan peledak.
10. Blasting Ratio
  • Blasting ratio adalah jumlah berat bahan peledak setiap volume hasil ledakan. Penerapan blasting ratio dilapangan jarang tepat karena pengaruh pengisian bahan peledak.
11. Konfigurasi Pola Lubang Peledakan
  • Hal ini tergantung pada diameter lubang ledak, sifat-sifat batuan, sifatsifat bahan peledak, tinggi jenjang dan hasil yang diinginkan. Pada umumnya ada tiga jenis pola peledakan yang sering diterapkan, yaitu pola persegi panjang (rectangular), pola bujur sangkar (square), dan pola selang-seling (staggered)

Post a Comment for "Parameter Rancangan Peledakan Di Pertambangan"

Tambnas Shopee Collaboration
Tambnas Shopee Collaboration