Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penjelasan Clutch Control Pada Power Train


Tambnas Edukasi - Clutch control terdiri dari dua komponen utama, yaitu: servo master dan slave cylinder dengan release bearing. Pada truk yang dilengkapi dengan EK power take-off, slave silinder dipasang secara terpisah dan release bearing terintegrasi dalam clutch cover.

Servo master

  • Servomaster ini digerakkan oleh pedal kopling. Ketika pedal kopling ditekan dengan pushrod pada katup udara di servomaster tersebut. Katup udara terbuka dan tekanan udara memaksa piston hidrolik ke bawah, yang menekan cairan hidrolik keluar ke slave silinder.

Slave Cylinder

  • Slave cylinder terpasang pada bagian clutch houcing, disekitar gearbox input shaft. Bergeraknya komponen moving part pada slave cylinder dihubungkan ke diaphragm spring pada clutch dengan retaining ring. Ketika slave cylinder ditekan oleh servomaster, komponen slave cylinder moving part bergerak menarik diaphragm spring dan terjadi declutching. Hubungan antara clutch dengan slave cylinder terdiri dari retaining ring yang diposisikan pada nose slave cylinder. Ketika memasang gearbox, retaining ring akan mengunci thrust washer untuk diaphragm spring, mengunci slave  cylinder dan diaphragm spring bersama-sama. Pada kendaraan yang menggunakan EK power take-off, slave cylinder dipasang terpisah bagian luar bracket lutch housing. Release bearing digerakkan  oleh lever dan terintegrasi dengan clutch cover.

Release Bearing

  • Eksternal slave cylinder digunakan bersama-sama dengan pull-type release bearing. Pull-type merupakan proses decluthing atau ditariknya kembali release bearing. Pergerakan slave cylinder pushrod ke release bearing ditransfer melalui lever. Lever tersebut dipasang pada dudukan clutch housing. Bagian dalam ujung  lever berbentuk seperti garpu yang digunakan untuk menggerakkan release bearing.

Post a Comment for "Penjelasan Clutch Control Pada Power Train"