Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penyebab Bursa Saham Indonesia Sulit Untuk Naik

Tambnas Saham - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan Selasa (23/2/21). Indeks acuan bursa nasional tersebut menghijau 0,19% ke 6.267,45. Selang 12 menit, IHSG sudah anjlok ke zona merah terkoreksi 0,17% ke level 6244,65.

Nilai transaksi pagi ini sebesar sebesar Rp 1,3 triliun dan terpantau investor asing menjual bersih Rp 51 miliar di pasar reguler.

Asing melakukan pembelian di saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 17 miliar dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Rp 13 miliar.

Sedangkan jual bersih dilakukan asing di saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang dilego Rp 23 miliar dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang dijual Rp 8 miliar.

Dari pasar global, Bursa AS ditutup cenderung melemah pada penutupan perdagangan dini hari tadi dimana Nasdaq terkoreksi hingga 2,46% setelah pemerintah AS masih terus berupaya untuk menggelontorkan stimulus fiskal bernilai jumbo.

Kombinasi Joe Biden dan Janet Yellen dinilai mampu untuk membawa perekonomian terbesar di dunia tersebut pada pemulihan dengan ditopang oleh bantuan fiskal senilai US$ 1,9 triliun

Dari sisi moneter, bos The Fed yakni Jerome Powell juga berulang kali menegaskan bahwa pengetatan moneter adalah hal yang prematur untuk dilakukan saat ini. Tapering belum akan dilakukan dan suku bunga tak akan dinaikkan setidaknya untuk kurun waktu dua tahun ke depan.

Era suku bunga rendah dan likuiditas yang berlimpah memang saat yang tepat untuk berinvestasi ke aset-aset berisiko seperti saham. Hal inilah yang membuat harga saham-saham di berbagai negara tak terkecuali Indonesia berangsur-angsur pulih.

Post a Comment for "Penyebab Bursa Saham Indonesia Sulit Untuk Naik"