Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Strategi Khusus Pemerintah Untuk Mengembangkan Industri Pertambangan


Tambnas News - Industri pertambangan semakin berkembang akhir ini, oleh karena itu pemerintah membutuhkan strategi khusus dalam mengimplementasikan pengelolaan pertambangan mineral dan batu bara agar bisa beradaptasi sesuai perkembangan zaman.

Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara Ditjen Minerba Kementerian ESDM Muhammad Wafid mengatakan, terdapat strategi kebijakan dalam mengelola wilayah pertambangan. Iklim investasi yang kondusif sesuai dengan karakteristik unik pertambangan demi menjaga keberlangsungan usaha.

Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi lokal dan nasional. Selanjutnya strategi nya dengan adanya pemenuhan kebutuhan dalam negeri yang terdiri dari pemasaran dan/atau penjualan serta pengendalian produksi.

"Nantinya, strategi khusus ini diharapkan sebagai jawaban dalam menjamin pengelolaan sumber daya mineral dan batu bara secara adil, transparan, dan akuntabel serta berkelanjutan. Menjamin prinsip-prinsip konservasi dalam upaya pemanfaatan minerba dan menjamin kepastian hukum dan berusaha," ujarnya dalam webinar Sosialisasi Kebijakan Mineral dan Batu Bara di Indonesia, Kamis (11/2/2021).

Menurut dia, industri pertambangan berperan penting dalam memberikan manfaat nyata terhadap perekonomian masyarakat dan pembangunan nasional secara berkelanjutan. Oleh karena itu harus dibarengi dengan pengelolaan berasaskan kaidah-kaidah pertambangan yang baik.

Dia menambahkan, rencana pengelolaan minerba nasional selalu mempertimbangkan daya dukung sumber daya manusia dan lingkungan (menurut data dan informasi geospasial dan tematik), pelestarian lingkungan hidup, serta rencana tata ruang wilayah atau zonasi.

"Pengelolaan minerba juga mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, prioritas pemberian komoditas tambang, jumlah dan luas wilayah pertambangan, hingga ketersediaan sarana dan prasarana," tandasnya.

Post a Comment for "Strategi Khusus Pemerintah Untuk Mengembangkan Industri Pertambangan"