Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Keuntungan Drone Pada Pertanian Yang Menguntungkan Petani


Zaman revolusi industri 4.0 ini menuntut pebisnis dalam melakukan perkembangan teknologi supaya tidak ketinggalan zaman dan bisa bersaing.  Berbagai inovasi dalam bidang pertanian dilakukan seperti inovasi bibit, benih, teknik pertanian yang tujuannya untuk efektivitas produksi dan mempermudah proses pertanian.

Drone atau UAV (Unmanned Aerial Vehicles) merupakan pesawat yang digerakkan menggunakan sebuah remote control dari jarak jauh dan dapat bekerja secara auto.  Drone sendiri merupakan teknologi yang cukup inovatif karena mengutamakan IoT (Internet of Things) dan AI (Artificial Intelligent) dengan kemampuan dapat menganalisis suatu perkebunan secara akurat dan sangat cepat.


Perkembangan teknologi drone yang sangat pesat membuat siapapun bisa menggunakannya. Pada awalnya teknologi drone ini hanya dapat digunakan secara terbatas seperti hanya militer yang menggunakannya. Namun saat ini, seorang petani pun sudah dapat menggunakannya untuk membantu proses pertanian lebih cepat dan menghasilkan kualitas yang sangat mumpuni.

Hadirnya teknologi drone di pertanian dapat memeberikan banyak manfaat dan meningkatkan kualitas dari panen pada suatu perkebunan.  Bahkan beberapa petani mengatakan jika menggunakan drone sangat menguntungkan, lebih cepat dan tidak membutuhkan tenaga yang lebih saat mengelola perkebunan.


Beberapa manfaat drone teknologi drone pada pertanian ialah sebagai sistem pemantau pertumbuhan tanaman, penilaian kondisi tanah, sistem irigasi dan drainase, monitoring hewan, optimasi populasi tanaman terhadap lahan, dan beberapa lainnya. Untuk selengkapnya dapat dilihat sebagai berikut:



1.  Analisis Kebun

Sebelum musim tanam drone dapat melakukan analisis terlebih dahulu seperti mengetahui kondisi kebun secara menyeluruh.  Dengan kemampuan ini maka untuk pemetaannya dapat dilakukan secara 3 dimensi sehingga dapat menganalisis kondisi lahan serta menentukan pola penanaman bibit yang maksimal.


2.  Penanaman

Penanaman bibit juga dapat dilakukan dengan teknologi drone yang nantinya untuk proses penanaman dapat dilakukan dengan lebih cepat. Drone ini bukan hanya punya kemampuan untuk menembakkan bibit ke permukaan tanah, namun juga untuk pemupukan.  Pada waktu yang sama, keberadaannya juga berguna untuk mengurangi biaya dalam proses penanaman yang mencapai 85 persen.


3.  Penyemprotan Tanaman

Beragam fitur terbaru dari teknologi drone mulai dikembangkan sehingga dapat melakukan penyemprotan tanaman di perkebunan secara efektif dan maksimal. Contohnya seperti teknologi dari drone milik perusahaan Avirtech. Drone ini dapat mengetahui area yang terkena spraying dan yang tidak, serta mengetahui berapa volume liter yang keluar dari tangki milik drone tersebut.

Dari hal inilah yang nantinya spraying dapat dilakukan secara lancar dan ketika terdapat hambatan dapat diatasi dengan lebih cepat dan  dilakukan secara real-time dengan jangkauan yang luas.

4.  Menilai Kesehatan Tanaman

Kondisi lahan yang sangat luas membuat pera petani bekerja dengan extra keras. Namun, hal itu saat ini dapat diatasi dan diselesaikan secara efisien dengan keberadaan drone. Karena proses pengamatan dapat dilakukan dengan sangat singkat dan tidak membutuhkan tenaga yang cukup banyak.

Penilaian kesehatan tanaman menggunakan drone dapat dilakukan secara efektif dengan memanfaatkan fitur kamera seperti kamera multispektral dan normal kamera. Nantinya jenis kamera ini memungkinkan bisa melihat ada tidaknya hama atau bakteri pada tanaman. Dengan cara ini, permasalahan dapat diketahui dan diatasi dengan lebih cepat


5.  Mengetahui Jumlah Populasi Tanaman

Populasi tanaman pada suatu area dapat diketahui apakah populasi tanaman terhadap luas lahan seimbang atau tidak, sehingga perlu dilakukan replanting (penanaman ulang) atau thinning (penjarangan) tanaman sehingga rasio antara tanaman dan luas lahan akan seimbang dan akan menghasilkan produk pertanian yang lebih maksimal.

Penggunaan drone pada pertanian telah meningkatkan produksi di Jepang. Kegiatan pertanian ini menjadi lebih efisien karena dapat menghemat waktu dan tidak membutuhkan tenaga kerja yang cukp banyak.

6.  Sensor Irigasi

Drone yang disertai dengan sensor thermal, hyperspectral, atau multispectral, bisa dimanfaatkan untuk melihat kualitas tanah pada suatu perkebnuna. Senso ini mampu menunjukkan area yang terlihat kering dan membutuhkan peningkatan ketersediaan air. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan sistem pengairan lahan.

Dengan menggunakan kamera termal, petani dapat menentukan lahan yang mengalami kekurangan air serta dapat memantau hewan yang masuk di malam hari. Selain itu, kamera termal ini juga dapat mengetahui potensi kebakaran pada lahan pertanian.

Post a Comment for "Keuntungan Drone Pada Pertanian Yang Menguntungkan Petani"