Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Beberapa Pembongkaran Engine Yang Wajib Diketahui


Dis-Assembly merupakan suatu pekerjaan pembongkaran pada suatu komponen hingga menjadi beberapa sub-sub komponen terpisah. 

Tujuan dari dis-assembly ini untuk mendeteksi kerusakan sub komponen, seperti : keausan (worn), kebengkokan (bending), dan macet (jamed). Jika 3 hal ini tidak diperhatikan atau dihiraukan, maka nantinya akan dapat mengakibatkan kerusakan yang lebih parah terhadap komponen yang lainnya. 

Dalam melakukan Dis-Assembly, juga harus menyesuaikan dengan prosedur yang terdapat pada shop manual, kenapa ... karena menghindari kerusakan komponen saat pelaksanaan pembongkaran.

Cara mengetahui Keretakan Pada Cylinder Block

  1. Siapkan Penetran dan Developer
  2. Semprotkan penetran pada cylinder block dengan jarak berkisar 20 cm supaya penyemprotan dapat merata keseluruhannya.
  3. Tunggulah 10 menit agar cairan penetran dapat meresap pada celah-celah nya
  4. Jika terjadi crack, segeralah bersihkan penetran dengan menggunakan kain sampai bersih.
  5. Setelah bersih, selanjutnya semprotkan developer pada radius crankshaft berjarak 15-20 cm supaya penyemprotan dapat merata.
  6. Lihat pada bagian putih, jika terlihat garis merah pada crankshaft maka terindikasi crank shaft mengalami crack.

Apa saja yang harus diketahui saat pengecheckan keausan pada engine ?

  1. Pengukuran end play connecting rod tujuannya untuk mengetahui keausan yang terjadi pada sude hole conrod atau side wall cracnkshaft.
  2. Pengukuran diameter hole liner
  3. Pengukuran valve shinking
  4. Pengukuran valve thickness
  5. Pengukuran rocker arm, dan beberapa lainnya


Post a Comment for "Beberapa Pembongkaran Engine Yang Wajib Diketahui"