Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Beberapa Hidangan Khas Tahun Baru Imlek yang dapat Dipercaya Membawa Keberuntungan


Makanan khas keberuntungan disajikan selama musim festival 16 hari, terutama pada makan malam Tahun Baru Imlek yang diyakini membawa keberuntungan untuk tahun yang akan datang.

Simbol keberuntungan dari makanan khas Tahun Baru Imlek ini didasari pengucapan atau penampilannya.

Tidak hanya hidangan Imlek itu sendiri yang penting tetapi juga persiapan serta cara penyajian dan makan sangat berarti.

Hidangan Tahun Baru Imlek yang paling umum termasuk pangsit, ikan, lumpia, dan niangao.

Ikan Dalam adat Tionghoa, kata ikan memiliki sebutan yu yang berarti rezeki yang melimpah.

Orang Tionghoa selalu ingin memiliki surplus di akhir tahun karena mengira jika berhasil menabung di akhir tahun maka dapat menghasilkan lebih banyak di tahun berikut.

Pangsit Pangsit Cina umumnya terdiri dari daging cincang dan sayuran cincang halus yang dibungkus dengan adonan kulit yang tipis dan elastis.

Tambalan yang populer adalah daging babi cincang, udang potong dadu, ikan, ayam giling, daging sapi, dan sayuran yang dimasak dengan cara direbus, dikukus, digoreng, atau dipanggang.

Legenda mengatakan semakin banyak pangsit yang dimakan selama perayaan Tahun Baru, semakin banyak uang yang dapat dihasilkan.

Ayam utuh adalah sebutan untuk ji yang berarti keberuntungan dan kemakmuran.

Ayam atau juga bebek biasanya disajikan secara utuh, termasuk kepala dan kaki, untuk melambangkan kesatuan dan keutuhan sekaligus menandakan awal dan akhir yang baik untuk tahun ini.

Kue keranjang Kue keranjang adalah salah satu makanan keberuntungan yang dimakan pada malam Tahun Baru Imlek.

Dalam bahasa Tionghoa, kue beras ketan terdengar seperti artinya semakin tinggi dari tahun ke tahun.

Lumpia Lumpia dengan bentuk dan warna yang kuning keemasan ini kerap diibaratkan seperti emas yang memiliki makna kekayaan.

Cara menikmatinya dihidangkan bersama kuah yang terbuat dari saus tiram, arak beras, kecap asin, dan minyak wijen.

Pengucapan dan bentuk bulat tangyuan dikaitkan dengan reuni dan kebersamaan.

Misoa lebih panjang dari mi biasa dan tidak dipotong, baik digoreng dan disajikan di atas piring, atau direbus dan disajikan dalam mangkuk dengan kaldu.

Bakso kepala singa Bakso babi rumahan yang empuk dan renyah dikukus/direbus, disajikan dengan sayuran dan dicampur dengan saus manis dan lengket.

Dinamakan demikian karena bentuknya yang menyerupai kepala singa.

Singa melambangkan kekuatan dalam budaya Tionghoa sedangkan bakso menandakan kesatuan keluarga karena bentuknya yang bulat.

Babi kukus Perut babi kukus dengan talas adalah hidangan populer yang sering muncul di meja makan saat perayaan Tahun Baru Imlek di Tiongkok Selatan.

Daging babi melambangkan kehidupan yang kaya, sejahtera, kekuatan, dan berkah yang melimpah.

Babi kukus mengungkapkan harapan agar Tahun Baru sejahtera.

Irisan daging babi yang lembut dengan profil manis, asin, dan tajam yang harmonis dipasangkan dengan irisan talas yang lembut dan bertepung.

Udang Udang adalah hidangan Tahun Baru Imlek yang populer di kalangan masyarakat Kanton.

Udang mewakili keaktifan serta kebahagiaan dan keberuntungan karena kata Kanton untuk udang, ha, terdengar seperti tawa.

Buah jeruk Buah-buahan tertentu dimakan selama periode Tahun Baru Imlek, seperti jeruk keprok atau jeruk mandarin.

Mereka dipilih karena bentuknya bulat dan berwarna emas, yang melambangkan kesejahteraan dan kekayaan, tetapi lebih jelas karena suara keberuntungan yang dibawa saat diucapkan.

Post a Comment for "Beberapa Hidangan Khas Tahun Baru Imlek yang dapat Dipercaya Membawa Keberuntungan"