Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Budidaya Ikan Lele Yang Baik dan Benar



Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang sanggup hidup dalam kepadatan tinggi.

Dengan sifat seperti ini, budidaya ikan lele akan sangat menguntungkan bila dilakukan secara intensif.

Terdapat dua segmen usaha budidaya ikan lele, yaitu segmen pembenihan dan segmen pembesaran.

Segmen pembenihan betjuan untuk menghasilkan benih ikan lele, sedangkan segmen pembesaran bertujuan untuk menghasilkan ikan lele siap konsumsi.

Pada kesempatan kali ini alamtani akan membahas tahap-tahap persiapan budidaya ikan lele segmen pembesaran.

Penyiapan Kolam Tempat Budidaya Ikan Lele Ada berbagai macam tipe kolam yang bisa digunakan untuk tempat budidaya ikan lele.

Tipe-tipe kolam yang umum digunakan dalam budidaya ikan lele adalah kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung dan keramba.

Tahapan yang harus dilakukan dalam menyiapkan kolam tanah adalah sebagai berikut: a. Pengeringan dan Pengolahan Tanah Sebelum benih ikan lele ditebarkan, kolam harus dikeringkan telebih dahulu.

Mikroorganisme tersebut bisa bekembang dari periode budidaya ikan lele sebelumnya.

Biota tersebut berguna untuk makanan alami ikan lele.

Pengaturan Air Kolam Ketinggian air yang ideal untuk budidaya ikan lele adalah 100-120 cm.

Selanjutnya, air kolam ditambah secara berkala sesuai dengan pertumbuhan ikan lele sampai pada ketinggian ideal.

Pemilihan Benih Ikan Lele Tingkat kesuksesan budidaya ikan lele sangat ditentukan oleh kualitas benih yang ditebar.

Ada beberapa jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan di Indonesia.

Kami merekomendasikan jenis ikan lele Sangkuriang yang dikembangkan BBPBAT Sukabumi.

Ikan lele sangkuriang merupakan hasil perbaikan dari lele dumbo.

BBPBAT mengembangkan ikan lele sangkuriang karena kualitas lele dumbo yang saat ini beredar di masyarakat semakin menurun dari waktu ke waktu.

Benih ikan lele bisa kita dapatkan dengan cara membeli atau melakukan pembenihan ikan lele sendiri.

Untuk membuat pembenihan sendiri silahkan baca cara pembenihan ikan lele dan teknik pemijahan ikan lele.

Ukuran benih untuk budidaya ikan lele biasanya memiliki panjang sekitar 5-7 cm.

Tebarkan benih ikan lele ke dalam kolam dengan kepadatan 200-400 ekor per meter persegi.

Menentukan Kapasitas Kolam Berikut ini cara menghitung kapasitas kolam untuk budidaya ikan lele secara intensif.

Pakan Untuk Budidaya Ikan Lele Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan lele.

Pakan ikan lele yang baik adalah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio lebih kecil dari satu.

Pemberian Pakan Utama Sebagai ikan karnivora, pakan ikan lele harus banyak mengandung protein hewani.

Secara umum kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele adalah protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral.

Secara umum setiap harinya ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya.

Misalnya, ikan lele dengan bobot 50 gram memerlukan pakan sebanyak 2,5 gram per ekor.

Berikan pakan saat ikan lele agresif menyantap pakan dan berhenti apabila ikan sudah terlihat malas untuk menyantapnya.

Apabila kolam kita dekat dengan pelelangan ikan, bisa dipertimbangkan pemberian ikan rucah segar.

Ikan rucah adalah hasil ikan tangkapan dari laut yang tidak layak dikonsumsi manusia karena ukuran atau cacat dalam penangkapannya.

Pengendalian Hama dan Penyakit Hama yang paling umum dalam budidaya ikan lele antara lain hama predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung.

Penyakit pada budidaya ikan lele bisa datang dari protozoa, bakteri dan virus.

Untuk mencegah timbulnya penyakit infeksi adalah dengan menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28oC. Selain penyakit infeksi, ikan lele juga bisa terserang penyakit non-infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin dan lain-lain.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang pengendalian penyakit silahkan baca pengendalian hama dan penyakit ikan lele.

Panen Budidaya Ikan Lele Ikan lele bisa dipanen setelah mencapai ukuran 9-12 ekor per kg.

Berbeda dengan konsumsi domestik, ikan lele untuk tujuan ekspor biasanya mencapai ukuran 500 gram per ekor.

Satu hari sebelum panen, sebaiknya ikan lele tidak diberi pakan agar tidak buang kotoran saat diangkut.

Pada saat ikan lele dipanen lakukan sortasi untuk misahkan lele berdasarkan ukurannya karena ini akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.

Post a Comment for "Cara Budidaya Ikan Lele Yang Baik dan Benar"