Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
Tambnas Shopee Collaboration
Tambnas Shopee Collaboration
Tambnas Shopee Collaboration

David Hume dan Konsep Induksi



David Hume adalah seorang filsuf Skotlandia yang hidup pada abad ke-18 dan dianggap sebagai salah satu tokoh terpenting dalam sejarah filsafat Barat. Salah satu kontribusinya yang terkenal adalah tentang konsep induksi. Dalam teorinya, Hume mengkritik gagasan bahwa kita dapat mengetahui sesuatu secara pasti melalui induksi atau generalisasi dari pengamatan. Artikel ini akan membahas secara lebih rinci konsep induksi menurut David Hume.

Konsep induksi pada dasarnya merupakan proses atau metode berpikir yang dilakukan oleh manusia dalam mengambil kesimpulan umum berdasarkan pengalaman atau data spesifik yang telah diamati. Misalnya, ketika kita melihat seekor kucing berbulu hitam, kemudian melihat kucing lain yang juga berbulu hitam, maka kita bisa menginduksi bahwa kucing-kucing yang berbulu hitam pada umumnya memiliki ciri-ciri serupa. Namun, menurut Hume, induksi tidak dapat memberikan keyakinan yang pasti atau kebenaran mutlak.

Hume menyatakan bahwa kita hanya dapat memperoleh pengetahuan yang bersifat wahana atau bersifat probable, yaitu pengetahuan yang didasarkan pada kemungkinan atau probabilitas. Menurut Hume, konsep induksi hanya dapat menghasilkan pengetahuan yang bersifat probable, bukan kebenaran pasti. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengalaman manusia, di mana kita hanya dapat mengamati sedikit bagian dari realitas yang ada.

Hume juga mengatakan bahwa konsep induksi bergantung pada prinsip-prinsip asumsi atau kepercayaan manusia. Prinsip-prinsip ini tidak dapat dibuktikan dengan rasionalitas atau pengalaman. Sebagai contoh, kita percaya bahwa setiap fenomena memiliki penyebab karena kita telah terbiasa mengalami fenomena yang disebabkan oleh sesuatu. Namun, prinsip ini tidak dapat dibuktikan secara rasional atau melalui pengalaman.

Lebih lanjut, Hume mengemukakan bahwa prinsip-prinsip asumsi yang digunakan dalam konsep induksi tidak dapat dijadikan dasar untuk membuat prediksi masa depan. Menurutnya, kita tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan berdasarkan pengalaman atau data yang telah diamati. Hume mengatakan bahwa setiap pengalaman yang kita alami hanya memberikan informasi tentang kejadian masa lalu, bukan tentang masa depan.

Dalam karyanya yang berjudul "An Enquiry Concerning Human Understanding", Hume mengusulkan bahwa pengalaman manusia seharusnya diperlakukan dengan skeptisisme. Ia menekankan bahwa setiap pengetahuan yang diperoleh melalui induksi hanya bersifat probable atau kemungkinan, bukan kebenaran pasti. Oleh karena itu, kita harus selalu mempertanyakan dan menguji kembali prinsip-prinsip asumsi yang digunakan dalam konsep induksi.

Post a Comment for "David Hume dan Konsep Induksi"

Tambnas Shopee Collaboration
Tambnas Shopee Collaboration