Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
Tambnas Shopee Collaboration
Tambnas Shopee Collaboration
Tambnas Shopee Collaboration

Jejak Teknologi Pertanian Nusantara yang Telah Hilang



Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki sejarah panjang dalam pengembangan teknologi pertanian. Teknologi pertanian tradisional yang digunakan oleh masyarakat Indonesia sejak ribuan tahun yang lalu telah menghasilkan produksi pertanian yang berkualitas dan berkelanjutan.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, beberapa teknologi pertanian tradisional yang sangat berharga telah hilang dan terlupakan. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti modernisasi, urbanisasi, dan globalisasi yang membuat masyarakat beralih pada teknologi pertanian modern.

Berikut adalah beberapa jejak teknologi pertanian Nusantara yang telah hilang:
  1. Sistem pengairan sawah
    Sistem pengairan sawah tradisional seperti subak di Bali dan waruga di Sulawesi telah terbukti sangat efektif dalam meningkatkan produksi padi dan memanfaatkan sumber daya air secara berkelanjutan. Namun, sistem pengairan tersebut kini mulai terlupakan karena semakin banyak petani yang beralih pada sistem pengairan modern seperti pompa air dan irigasi teknis.

  2. Pola tanam berkelanjutan
    Pola tanam tradisional seperti tanam berpindah dan tanam campur telah terbukti efektif dalam menjaga kesuburan tanah dan mengurangi penggunaan pestisida dan pupuk kimia. Namun, pola tanam tersebut mulai tergantikan oleh sistem monokultur yang lebih menguntungkan secara finansial.

  3. Pemanfaatan pupuk organik
    Pemanfaatan pupuk organik seperti kompos dan pupuk kandang telah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas tanah dan produksi pertanian. Namun, penggunaan pupuk kimia yang lebih praktis dan mudah diperoleh membuat penggunaan pupuk organik semakin terpinggirkan.

  4. Pengendalian hama dan penyakit alami
    Pengendalian hama dan penyakit alami seperti penggunaan tanaman penghalau hama dan teknik tanam jajar legowo telah terbukti efektif dalam mengurangi penggunaan pestisida kimia yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Namun, penggunaan pestisida kimia masih menjadi pilihan utama petani karena lebih praktis dan efektif dalam mengendalikan hama dan penyakit.

  5. Teknologi pertanian berbasis budaya
    Beberapa teknologi pertanian tradisional seperti penggunaan kalender pertanian dan ritual-ritual pertanian telah terbukti efektif dalam meningkatkan produksi pertanian dan menjaga keseimbangan alam. Namun, teknologi pertanian tersebut mulai ditinggalkan karena tidak sejalan dengan pola pikir modern yang lebih rasional dan pragmatis.

Mengingat pentingnya keberlangsungan produksi pertanian yang berkualitas dan berkelanjutan, pelestarian dan pengembangan teknologi pertanian Nusantara sangatlah penting. Pemerintah dan masyarakat perlu memperhatikan kembali teknologi pertanian tradisional yang telah hilang dan mengembangkan teknologi pertanian berbasis lokal yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian.

Post a Comment for "Jejak Teknologi Pertanian Nusantara yang Telah Hilang"

Tambnas Shopee Collaboration
Tambnas Shopee Collaboration