Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penjelasan Hydraulic Motor Component


Tambnas Edukasi - Hydraulic Motor Component Pada actuator tipe motor hidrolik ini bekerja dengan merubah energi hidrolik menjadi energi mekanik berupa putaran, dimana prinsip kerjanya berkebalikan 
dengan pompa. Besarnya kecepatan dan torque output shaft motor bergantung pada displacement motor, yaitu volume output setiap putarannya. Semakin besar volume output semakin besar pula torque outputnya.

Dua jenis motor hydraulic berdasarkan displacement (pemindahan oli) yaitu :

  • Fix displacement, yaitu : Motor konstan, sedangkan kecepatan dapat dirubah dengan variasi aliran masuknya (input flow).
  • Variable displacement, yaitu : Kecepatan putaran dan torque motor dapat bervariasi dengan aliran input (input flow) dan tekanan yang konstan. Hal ini dapat dilakukan dengan merubah displacement motornya.

External Gear Motor
Konstruksinya terdiri dari dua buah roda gigi yang selalu berhubungan (mesh) dalam housingnya. Bila ada tekanan pada sisi masuknya, akan mendorong gigi – giginya dan menyebabkan shaft motor berputar untuk digunakan memutar beban (load).

Internal Gear Motor
Cara kerjanya adalah bila ada tekanan di sisi inlet maka akan mendorong gigi – gigi inner rotor dan rotor ring sehingga motor berputar. Pada saat gigi inner rotor bagian atas bertemu dengan rotor ring akan terjadi penyekatan.

Vane Motor
Oli bertekanan dari sisi input akan mendorong Vane, sehingga drive shaft akan ikut berputar dan akan memutar perlengkapan kerja Spring clip berfungsi untuk manjaga posisi Vane agar selalu merapat pada ring.

Piston Motor
Sebuah disc yang ditumpu oleh bearing mendapat tekanan fluida, maka disc tersebut akan berputar. Arah putaran disc tersebut tergantung dari arah mana fluida tersebut diberikan ke disc. Agar disc mendapat torque yang besar, maka pada disc dipasang piston dan piston masuk ke dalam cylinder block.

Oli masuk ke dalam cylinder block melalui valve plate inner port (tergantung ke arah mana putaran diinginkan) selanjutnya menekan piston. Akibatnya dari gaya pada piston in, maka disc akan berputar yang selanjutnya diteruskan ke output shaft yang berhubungan dengan load (beban). Untuk merapatkan 
antara valve plate dengan cylinder block, maka pada center shaft dipasang centering spring. Sedangkan fungsi dari center shaft sendiri adalah untuk menjaga kelurusan cylinder blocks.

Orbit Motor
Stator tidak bergerak karena terikat dengan housing. Pada saat ada oli bertekanan dari sisi inlet port, maka akan mendorong rotor untuk bergerak terhadap stator. Dan rotor disini duhubungkan dengan output shaft, sehingga output shaft ikut berputar.

Post a Comment for "Penjelasan Hydraulic Motor Component"