Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

BUKU YANG MENGUBAH HIDUP


Oke guys pada artikel kali ini gua pengen bahas tentang buku yang ngubah hidup gua. Jadi tanpa basabasi nama bukunya itu How to Win Friends and Influence People by Dale Carnegie.

Pertama gua mau bilang ini tuh amazing banget

Gua nggak kaya lebay, karena buku ini ditulis di tahun 1936. Hampir 100 tahun yang lalu, tapi amazing, kenapa buku ini tuh bisa relevan sampai sekarang. Dan kalau misalnya  menurut gua ya, kalau misalnya lu aplikasiin semua ilmuilmu dari buku ini, lu tuh the top 99 person orang di Indonesia atau di dunia bahkan, untuk punya social skill selevel itu.

Jadi mungkin di artikel ini gua bakal jelasi ada 4 part, tapi gua bakal kaya jelasin secara garis besar key points yang gua dapet dari buku itu dan gua implementasi dalam seharihari. Cuma kita cerita backgroundnya dulu deh, kenapa buku ini ngubah hidup gua?

Mungkin ini relatable buat temanteman juga. Dulu tuh gua pas diumur 20, atau misalnya pas lebih muda, sampe 22 juga, gua tuh orangnya egois banget. Gua lebih jauh mementingkan kepentingan gua sendiri.

Kalau misalnya ada orang lain cerita tentang harinya dia, gua kaya, "Gua ga peduli bro, gua mendingan fokus ke diri gua sendiri". Some parts karena itu didoktrin sama sosial media, "Hey don't give a f*ck about other people, focus on yourself".

Tapi kenyataannya, pas lu udah masuk ke dunia bisnis, masuk ke dunia karir, social skill itu bakal jadi skill nomor 1 yang bisa bikin lu sukses di dalam dunia karir atau finansial. 

Jadi gua akan mulai 4 part ini dengan interpretasi gua sendiri. Bahkan kalau misalnya kalian cari di google atau gimana pasti bahasnya beda, tapi ini yang gua tangkep dan gua implementasi seharihari.

Poin nomor 1, orang nggak peduli tentang lu. Jadi contohnya apa sih? Kita mulai dari cerita di buku ini, Dale Carnegie bilang kalo misalnya lu mau mancing di laut, coba deh makanan favorit kalian apa? Indomie gitu misalnya gua suka banget indomie. Tapi mungkin nggak, kita pas mancing, kita kasih makanan favorit kita sebagai umpan? Ikan mana mau. Ikan maunya apa? Ikan mau cacing.

Jadi itu konsep kalau misalnya kita mau berurusan dengan orang, atau kita mau gimana caranya kita win the social game. Orang nggak peduli tentang lu, tapi kita harus selalu lihat perspektif tentang apa yang orang itu mau.

So, itu the first point yang menjadi pondasi atau fundamental dari semua partpart di buku ini dan itu jadi fundamental juga untuk kalian. Kalau misalnya poin 1 aja kalian punya, itu basically udah lebih hebat dari beberapa orang.

Karena kebanyakan orang itu lebih mikir diri sendiri, 'Oh gua mau ini, mungkin orang lain mau'. Tapi coba ubah mindsetnya sedikit. Paradigma tentang how to win social game adalah, lu harus tahu mereka mau apa.

Dan fokus ke apa yang mereka mau, bukan ke apa yang kita mau dan itu part 1, kalau misalnya pengen lebih detail kalian mendingan baca bukunya soalnya itu in depth.

Part 2 itu lebih ngebahas gimana cara bikin orang suka sama lu. Nah ini aspek yang penting banget,

karena kalau misalnya kita bisa aja cincong 100, kita ngomong ke orang, "Lu harus begini, lu harus begini". Kita bukan tipe orang yang jebret, terus dia bisa cerita semuanya, terus kita bisa dapat informasi dari dia. Jadi poin kedua ini gimana cara bikin orang suka sama kita.

Beberapa yang gua implement sampai sekarang itu , kita harus smile. Pertama senyum itu suatu senjata yang lumayan kuat banget. Senyum itu bukan dari fisiknya. Senyum itu secara psikologi nunjukin bahwa kita punya interest dalam berkomunikasi dengan orang ini. Again, poin 1 adalah think about what the people want. Orang tuh mau dibaikin, dan senyum itu jadi salah satu untuk kita bisa nunjukin hal itu.

Yang kedua yang menurut gua banyak banget orang nggak lakuin adalah, sebut nama orangnya. Ini kalau misalnya gua baca dari summary nya, 'Remember that person's name', nama orang itu adalah kalau di telinga mereka itu suara yang paling manis, 'The sweetest sound that they'll ever hear'. Orang pengen denger nama mereka sendiri.

Dan itu salah satu hal yang gua kalau misalnya berkomunikasi sama orang, gua make sure gua inget namanya dan gua sebut. "Hey Doni, lu kenapa?", gitu. Daripada, "Eh lu habis ngapain?" gitu.

Jadi hal-hal kecil ini sebenernya bisa kita lakuin untuk bikin orang suka sama kita. Tapi kunci dari poin 2, semua itu sia-sia kalau kita nggak genuine. Jadi setelah, pertama kita tahu, fokus ke apa yang mereka mau, kita harus genuine.

Karena di jaman sekarang tuh orang bisa ngeliat kalau misalnya lu fake kaya cuma, "Ah penjilat doang ini". You gotta make sure bahwa when you smile, pas lu sebut nama dia, lu tuh genuine.

So, punya genuine interest untuk penget tahu orang ini hidupnya apa. Itu bakal jadi kunci nomor 2 untuk kita bisa win friends and influence people. Fokus ke interest orang itu, cerita hidup dia dan lain-lain. Tapi ada trik-triknya yang kalian bisa pelajari juga di buku itu.

Nah poin ke3 itu kalau menurut gua adalah tentang resolusi konflik. Gimana caranya orang itu bisa terima opini lu. Jadi kan ini udah beda nih, pertama kita appeal ke orang itu di poin 1 sama 2. Yang ke-2 adalah gimana caranya orang appeal ke kita. Pas kita ngomong tuh orang dengerin.

Di sini sebenernya ada 12 poin yang ngebahas tentang hal ini. Tapi gua kerucutin ke 1 atau 2 hal aja.

Pertama, pas kita lagi nemu resolusi atau misalnya ada konflik. Orang kesel sama kita, "Lu kok kaya gini kaya gini kaya gini?". Hal pertama refleks kita adalah kita membela diri.

Padahal secara konsep sosial, atau konsep interaksi dengan orang, itu hal yang paling, orang tuh nggak pengen. Pas orang nyerang dan lu tau itu mistake lu, first, admit your mistake. "Oh sorry, gua memang salah begini begini begini. Ada nggak yang bisa gua lakuin untuk benerin itu?". Pertama itu dulu.

Itu aja banyak orang yang nggak bisa lakuin. Kalau misalnya, gua tahu nih orang lain tahu kita salah, tapi kita nggak bisa ngakuin, kenapa? Karena ego itu.

Jadi poin ketiga ini gimana caranya orang bisa appeal ke opini kita. Pertama kita harus admit mistakes kita. Kalau misalnya ada permasalahan atau apa, terus kita fokus ke apa yang bisa kita lakuin untuk memperbaiki mistake itu.

Hal-hal kecil di sini kayak misalnya, kalau orang ngomong sesuatu, agree dulu sama mereka. Yes, yes, yes. Bikin mereka say yes kayak kita, jangan langsung mematikan opini orang walaupun kita nggak setuju dengan mereka. Baru kita keluarkan opini kita.

So sebenernya urutannya itu kita positif dulu, baru keluarin opini kita. Kalaupun opini kita negatif banget gitu misalnya, something positif dulu, baru kita keluarin opini kita. Nah itu poin 3.

Nah sekarang poin 4 apa?

Poin 4 itu gimana caranya mengubah orang. Mungkin di sini banyak juga tementemen yang, "Kita tuh nggak mungkin ngubah orang". "Orang tuh berubah kalau misalnya mereka mau berubah". Nah sebenernya kuncinya tuh di sana. Kita nggak bisa mengubah orang, "Lu harus begini, lu harus begini", gitu.

Tapi yang kita bisa lakuin adalah bikin dia realize, ini hal yang dia perlu ubah. Jadi itu konsep terakhir dari How to Win Friends and Influence People. Kata keduanya kan influence people, gimana cara bikin orang terinfluence dengan apa yang kita mau. Misalnya, kalau misalnya kita merokok nih. 

Tapi kita liat ada orang lain mau merokok. Kita tahu, merokok itu sebenernya nggak bagus gitu, dan kita mau bikin orang tuh nggak ngerokok juga. Mungkin kalau misalnya refleks kita, "Oh jangan ngerokok karena A, B, C, D, E. Karena kerugiannya A,B, C". Tapi mereka bakal liat, "Lu ngerokok juga, kenapa lu bilang ke gua jangan ngerokok?". Jadi kalau di buku ini nih dijelasin, kalau misalnya perokok, sama kayak di poin ke3, kita fokus ke mistakes kita.

Apa hal-hal yang kita rasain negatif, kesalahankesalahan kita, "Oh gua ngerokok karena dulu gua begini, dan ngerokok akhirnya menghasilkan gua ini". Jadi fokus ke diri kalian. Mistake itu yang akhirnya bisa diempati oleh orang lain, terus mereka mikir,

'Oh iya, dia udah ngelakuin kesalahan ini' dan ini misalnya udah terlanjur gitu misalnya, 'Gua harus ngubah itu'.

Di poin 4 ini sebenernya banyak banget kasuskasus yang dibahas tentang dari Dale Carnegie ini. Kayak kalau misalnya lagi meeting nih, ada orang di sebelah, lu pengen bikin dia setuju tentang opini lu. Poin-poin kecil kayak jangan mempermalukan diri di publik, terus kayak mulai dari hal yang positif dulu.

Kalau misalnya kalian implement poin-poin itu, again, kalian tuh 99% di atas dari rata-rata orang tentang social skill mereka. Hal-hal simpel kayak jangan nyuruh orang, tapi tanya, menurut lu ini bagus atau enggak? Bikin mereka ngerasa bahwa idenya itu dari diri mereka sendiri, baru mereka bakal ngelakuin.

"Eh menurut lu rokok itu sehat apa enggak?" "Menurut gua enggak sih" Oke jangan ngerokok.

Nah hal-hal kecil kaya gitu tuh sebenernya bisa kita pick up pelanpelan untuk bener-bener kita implementasi ke sehari-hari kita. Tapi mungkin gua summarize dengan kaya gini, semua ilmu yang kita pelajari itu bisa mengubah hidup kita. Tapi gua ga suka orang yang bilang,

"Oh gua baca 10 buku", "Gua baca 100 buku",

"Gua baca berapa buku setiap hari", tapi mereka nggak implementasi.

The way gua belajar atau menyerap dari buku-buku ini, setiap gua membaca sebuah chapter, gua tuh mikir, 'Apa yang bisa gua langsung implementasi?' Kalau misalnya gua belum bisa, gua stop dulu di chapter itu. Gua ulangi, ulangi, sampai gua bisa implemen dengan baik.

At the end, jangan kebanyakan ilmu kalau misalnya kita nggak bisa implementasi. Takutnya malah kita baca kebanyakan buku, eh at the end di sini, nggak bisa kita implementasi.

Jadi kalau misalnya di seri ini, gua pengen lebih bahas tentang personal growth yang menurut gua ngubah hidup gua. Nggak ada salahnya. Walaupun kita di profesi apapun, mau programmer, editing, designer, kita belajar people itu selalu bakal bikin kita edge di dunia karir atau pun bisnis.

Like always, kalau misalnya kalian punya opini, feel free untuk komen di bawah.


Post a Comment for "BUKU YANG MENGUBAH HIDUP"