Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Bangun Bisnis dari Nol



Ok Guys, di artikel ini gua bakal ngomongin tentang "Cara Bangun Bisnis dari Nol". Sebenarnya gue cuma pengen ngomongin beberapa konsep atau teori yang kalian harus pelajarin dulu, tapi ini berdasarkan pengalaman gue pribadi, Gue tuh menggunakan business planning ini, atau menentukan komponen-komponen bisnis ini berdasarkan pengalaman gue.

Soalnya banyak banget tuh orang lain ngajarinnya lebih ke business plan, executive plan sampai ke business model. Ada juga yang mulai planning lewat business model canvas, dan beberapa lainnya. 

Menurut gue, cari paling the best buat business dari NOL adalah Keep the planning very simple. Apalagi di zaman sekarang mungkin di zaman dulu, bisa kita bikin dari nol dengan bisnis planning dari A sampai Z sampai proposal kita ready, sampai fund-nya kita ready baru kita eksekusi.

Tapi mungkin di sini approach-nya gue adalah gimana cara kita bisa ngebangun bisnis dari nol dengan planning seminimal mungkin karena eksekusi bisnis yang akhirnya bikin kita sukses, adalah eksekusi bisnis yang kita lakuin secara cepat, dan kita dapetin feedback, dan kita ulangi terus.

Jadi itu Disclaimer di bagian awal tentang "teori" atau apa yang udah gue pelajari tentang Membangun bisnis dari Nol
dan menurut gue, planning yang simple ini pun bisa dipake untuk ngebangun bisnis yang nilainya ratusan bahkan milyaran. 

Oke, yang pertama tuh kita harus bahas "Apa itu bisnis?"

Kalau secara definisi, bisnis adalah organisasi untuk mencari profit dengan menjual jasa atau produk, Jadi sebenarnya kata kuncinya di sini tuh ada tiga.

1. Organisasi
2. Profit
3. Jasa/produk

Sebenarnya bisnis itu bukan bisnis kalau kita gak punya organisasi, Misalnya kalau kita content creator, atau kita nge-freelance, Itu agak susah untuk kita bilang bisnis karena itu lebih ke self-employment karena kita menjual diri kita sendiri.

Nah konsep itu sebenarnya bisa dipake juga kalau misalnya kita mau membangun perusahaan yang suatu hari perusahaan itu bisa dijual. Mungkin rata-rata di sini udah taulah apa itu bisnis Misalnya kebayang lah ngebangun restoran yang ada karyawan, ada waiter-nya. Kita ngebangun agensi, ada developernya, ada desainernya atau ide bisnis kita jualan barang yang kita bikin sendiri.

Tapi step-by-step nya tuh gimana cara kita bikin bisnis dari nol. Sebenarnya paling simplenya, step satunya itu kita perlu ide, kita perlu tahu kita mau bangun bisnis apa. Tapi ini spesifik untuk kalian yang udah tahu "gue mau berbisnis" Nah kalau kita mau ngomongin komponen bisnis, di business model canvas tuh sebenarnya banyak komponen bisnis tapi selama ini tuh akhirnya gue simplify ke 3 doang

1. Produk
2. Marketing
3. Operation

Nah kita bakal bahas komponen ini satu-satu dan apa sih hal penting yang harus diperhatiin kalau kita gak planning tiga hal ini. Yang pertama tuh produk. Setiap bisnis tuh harus ada offer, sebenarnya kata yang lebih tepat tuh Offer, apa yang kita tawarkan ke orang.

Produk itu sendiri ada dua kategori Goods dan services

Goods itu bisa bentuknya barang fisik, misalnya kalian jual makanan, jual barang. Sedangkan, services itu dalam bentuk jasa, misalnya kalian jual jasa desain atau jasa apa Keduanya itu fine-fine aja. Nah kalau misalnya kita bahas produk, yang penting tuh kita tahu offer yang kita tawarin ke orang mungkin bisa dibeli, Gak perlu nunggu perfect, gak perlu nunggu kayak harus yakin bahwa in bakal laku, yang penting mungkin dulu.

Dan misalnya kalau gue disuruh pilih untuk nentuin satu hal yang diperhatiin dari aspek produk adalah yang namanya Unit Economics Again, kata kunci dari bisnis itu yang kedua adalah mencari profit Unit Economics, atau bahasa simple-nya mungkin ada orang yang bilang Harga Modal. 

Mau bentuknya barang atau jasa. Misalnya kita ngejual makanan seharaa 10 ribu, Kita harus pastiin harga modalnya itu di bawah 10 ribu misalnya 5 ribu. Nah Unit Economics ini yang nantinya menentukan ke depannya itu bisnis kalian tuh bisa Profitable, bisa gede atau nggak contohnya kalau misalnya kita ngejual makanan seharga 100 ribu
Terus modalnya tuh 40 ribu, nah bahasa kasarnya makanan itu punya 40% COGS atau (Cost of Goods Source).

Unit Economics ini ngebantu kita untuk punya ruang bermain, seandainya kita punya barang, kalau modalnya misalnya 40% nanti kita bisa alokasi ke depannya, 20% itu nanti buat operation, atau bayar orang
20% itu digunain untuk marketing, 20% itu bisa ditabung atau untuk planning kedepannya.

Nah rincian dari breakdown product ini sebenarnya itu yang gue perhatiin dari Unit Economics. Even dari pertama gue ngebangun Tambnas, gue tuh pastiin kalau misalnya kita lakukan ini, Apasih cost-costnya? Biar kita tuh ada ruang buat grow termasuk menaruh 30% buat marketing.

Kalau misalnya margin-nya tuh udah tipis banget, biasanya tuh udah susah buat company kita bisa grow. Nah sebenarnya itu singkat tentang produk, Kita siapin produk mau barang atau jasa, tentuin Unit Economics

Step 2 adalah Marketing. Marketing itu basically kita ngejual, bener nggak? Ini aspek krusial kalau di early stage business atau bisnis yang baru mulai. Menurut gue, marketing tuh lebih penting daripada produk karena di saat kita menjual, kita langsung dapat feedback dari customer. Misalnya kita ngejual sesuatu seharga 50 ribu, nanti customer bilang ke kita, Oh ini produknya bagus, gue bakal beli lagi atau gue gak bakal beli lagi.

Dan itu sebenarnya yang paling berharga buat kita improve product kita, karena bisa aja kita mikir kayak produknya tuh bagusnya di sini, kira-kira customer butuh ini. Tapi yang paling relevan adalah kalau customer yang bilang sendiri ke kita, "Kita butuh ini".

Sebenarnya Marketing itu ada dua basically yaitu inbound dan Outbound.

Inbound itu kayak kalian buka Store Front. Kalian buka social media, kalian ngelakuin advertising, kalian pake brosur dan lain-lainnya. Sedangkan Outbound itu kalian yang contact. Misalnya kalian udah bikin bisnis makanan nih terus kalian contact teman kalian "eh mau beli nggak?" Jadi kita kejar mereka untuk beli produk kita.

Step ketiga dari bisnis adalah Operations. Gimana cara kita maintain atau biarkan bisnis ini beroperasi. Satu kata kunci yang paling penting di sini adalah pas kita ngebangun bisnis, tadi kan salah satu definisinya adalah organisasi pastikan tuh kalian nggak berjalan sendiri dan pastikan selalu ada proses membuat produk atau menjual produk.

Kalian bisa buat sistemnya, kalau misalnya di awal-awal gak ada modal buat hire orang ya gak masalah, tapi kita harus selalu punya mindset. "Bisnis itu organisasi yang mencari profit dengan menjual brang" dan operation ini yang harus ditanemin untuk orang yang baru memulai bisnis atau bahkan udah 1-2 tahun.

Karena kita bisa dengan gampang terjebak di loop kita bakal kerja sendiri,  akhirnya bisnisnya gak grow, karena ini yang bisa menentukan potensi kita ngembangin bisnis kita bisa sampai di mana sebagai business owner.

Gue punya rule untuk gak mau spend 80% dari waktu gue untuk operation, kalau misalnya ada hal-hal yang gue bisa hire orang, atau bikin proses atau bikin itu automate untuk ngejalanin bisnis gue bakal hire walaupun output-nya gak 100% kayak gue, 70% tuh udah gue bisa terima.

Karena kalau misalnya kita bisa luangin waktu kita, kita bisa spend banyak waktu untuk mikirin how to improve the business, Gimana cara improve products-nya, gimana cara perbaiki Unit Economics-nya, Gimana cara menjual dengan lebih banyak. Nah sebenarnya simple-nya untuk memulai bisnsi dari nol tuh cuma ada 3 bagian itu doang
Produk - Marketing – Operation.

Biar orang tuh gak misconception, gue harus planning terlalu banyak, harus buat executive plan, bikin business model canvas dan setelah dari planning, yang paling penting adalah kita bikn produk secepat mungkin atau namanya MVP (Minimum Variable Product).

Lalu kita jual secepat mungkin, gak apa-apa customernya cuma 2-4, kita dapetin feedback dan kita ulangi terus-menerus, Itu cara kita ngebangun bisnis dari nol.

Mungkin kalau misalnya konten ini berguna buat kalian Feel free jangan lupa untuk comment dibawah ini

Post a Comment for "Cara Bangun Bisnis dari Nol"